Kenapa menulis jurnal itu baik untukmu

· 3 menit baca · Juga dalam Deutsch, English

Orang sudah menulis diary sejak bisa menulis. Pelaut menulis catatan perjalanan, pengelana menulis di buku saku, dan remaja menulis diary dengan gembok kecil. Sekarang bentuknya bisa aplikasi catatan, buku di samping tempat tidur, atau jurnal foto di HP. Bentuknya berubah, tapi alasan orang terus kembali ke sana tetap sama: menulis tentang hidupmu sendiri itu baik untukmu.

Ini alasan kenapa kebiasaan ini layak dimiliki.

Pikiran jadi lebih jernih

Pikiran yang hanya disimpan di kepala cenderung berputar-putar. Menuliskannya, walau cuma beberapa kalimat, memberinya bentuk. Begitu sesuatu sudah tertulis, kita lebih mudah melihatnya dengan tenang, dan lebih mudah melepaskannya.

Ini bukan cuma perasaan. Dalam penelitian terkenal tahun 1986, psikolog James Pennebaker meminta mahasiswa menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam mereka selama lima belas menit sehari, empat hari berturut-turut. Dalam enam bulan setelahnya, mereka datang ke klinik kampus kira-kira setengah lebih jarang dibanding mahasiswa yang menulis tentang hal-hal biasa. (Pennebaker & Beall, Journal of Abnormal Psychology, 1986.) Sejak itu, banyak penelitian lain mempelajari cara menulis seperti ini, dan gagasannya tetap bertahan: menuangkan pengalaman ke dalam kata-kata membantu kita mencernanya.

Kamu jadi lebih mengenal dirimu

Coba baca lagi jurnalmu dari beberapa bulan terakhir, dan kamu mulai melihat hal-hal yang tidak pernah terlihat dari dalam satu hari. Apa yang membuat suasana hatimu membaik. Apa yang menguras tenagamu. Orang-orang yang kamu tulis dengan hangat. Kekhawatiran yang muncul berulang kali, dan mana yang diam-diam menghilang.

Jurnal adalah salah satu dari sedikit tempat di mana kamu benar-benar jujur pada diri sendiri. Lama-lama, jurnal jadi cermin yang lebih ramah dan lebih jernih daripada yang ada di kepalamu.

Hidup yang biasanya terlupa jadi tersimpan

Ingatan kita murah hati pada peristiwa besar dan pelit pada hal lainnya. Kamu pasti ingat hari wisudamu. Tapi kamu tidak akan ingat sore hari Selasa saat duduk di taman bersama teman dan tertawa sampai perut sakit, kecuali kalau kamu menuliskannya.

Peneliti di Harvard Business School menemukan bahwa orang selalu meremehkan betapa senangnya mereka nanti saat menemukan kembali momen-momen biasa. Detail sehari-hari yang terasa terlalu kecil untuk dicatat justru terasa seperti hadiah saat ditemukan lagi. (Zhang dan rekan, Psychological Science, 2014.)

Kamu punya tempat tenang yang hanya milikmu

Kebanyakan yang kita tulis sekarang ditujukan untuk orang lain: pesan, postingan, balasan. Jurnal berbeda. Tidak ada yang akan menyukainya, mengomentarinya, atau menilainya. Kebebasan itu penting. Jurnal adalah salah satu dari sedikit tempat di mana kamu bisa mengatakan apa yang sebenarnya kamu pikirkan, dengan kata-katamu sendiri, tanpa perlu tampil untuk siapa pun.

Banyak orang merasa ruang pribadi kecil inilah yang paling mereka tunggu-tunggu: beberapa menit tenang yang hanya milik mereka.

Kenapa paling baik dijadikan kebiasaan

Semua manfaat ini bertambah seiring waktu. Satu catatan hanyalah catatan. Catatan beberapa bulan menjadi sebuah cerita. Catatan beberapa tahun hampir seperti peta tentang dirimu dari waktu ke waktu.

Karena itu, menjurnal paling baik dijadikan kebiasaan. Bukan aturan ketat setiap hari, tapi sesuatu yang kamu datangi dengan sendirinya: beberapa baris di malam hari, satu foto dan satu kalimat saat ada yang menarik perhatianmu, satu halaman panjang saat banyak yang terjadi. Iramanya boleh kamu tentukan sendiri. Yang penting kamu terus kembali.

Kebiasaan kecil yang memberi banyak

Tidak banyak kebiasaan yang meminta begitu sedikit dan memberi begitu banyak. Beberapa menit, sesekali, dan sebagai gantinya kamu mendapat pikiran yang lebih jernih, pemahaman yang lebih baik tentang dirimu, dan catatan hidup yang tidak bisa ditulis oleh siapa pun selain kamu.

Kalau kamu sudah lama ingin mulai, hari ini hari yang baik untuk itu. Tulis satu baris, simpan satu foto, lalu lihat ke mana itu membawamu.